ULBI dan Politeknik Manufaktur Bandung Terapkan Teknologi Otomasi untuk Tingkatkan Produktivitas Peternak Lele di Bandung Barat
Bandung, 10 September 2026 – Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) bersama Politeknik Manufaktur Bandung melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui penerapan teknologi otomasi pada budidaya ikan lele di Kabupaten Bandung Barat. Program bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Kolam Lele melalui Pemanfaatan Teknologi Otomasi Air dan Pakan pada Peternak Lele di Bandung Barat” merupakan salah satu program yang berhasil memperoleh hibah PKM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.
Program ini dilaksanakan oleh tim kolaborasi dosen ULBI, yaitu Cahyo Prianto dan Rukmi Juwita, bersama dosen Politeknik Manufaktur Bandung, M. Harry Khomas Saputra, dengan mitra Kelompok Tani Ternak Tunas Mekar yang berlokasi di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Pelaksanaan program berlangsung mulai Juni hingga Desember 2026, meliputi sosialisasi, penerapan teknologi, pelatihan penggunaan perangkat, serta pendampingan kepada mitra.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadirkan dua inovasi teknologi, yaitu Automatic Water Exchange System (AWES) dan Automatic Feeding System (AFS). AWES digunakan untuk membantu melakukan pergantian air kolam secara otomatis berdasarkan pembacaan sensor ketinggian air, suhu, dan pH. Sementara itu, AFS dirancang untuk memberikan pakan secara otomatis dengan mempertimbangkan biomassa dan usia ikan, sehingga pemberian pakan dapat dilakukan secara lebih tepat dan efisien.
Kedua perangkat tersebut terintegrasi dengan dashboard pengendali yang memungkinkan anggota kelompok tani memantau kondisi kolam sekaligus mengontrol operasional perangkat. Penerapan teknologi ini menjadi upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pengelolaan kolam secara manual serta mendorong penerapan budidaya lele berbasis data dan pemantauan kondisi kolam secara lebih terukur.
Program diawali dengan penebaran 3.000 benih lele pada Juni 2026 sebagai tahap awal budidaya. Setelah perangkat AWES dan AFS selesai diimplementasikan, hasil awal menunjukkan perkembangan positif dalam proses budidaya, terutama dengan berkurangnya tingkat kematian ikan sehingga berpotensi meningkatkan jumlah ikan yang dapat dipanen. Penerapan teknologi tersebut juga diharapkan dapat membantu mitra menjaga kualitas air dan ketepatan pemberian pakan secara lebih konsisten.
Ketua tim pelaksana, Cahyo Prianto, menyampaikan bahwa penerapan teknologi otomasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkenalkan pola budidaya yang memanfaatkan data dan pemantauan secara real time kepada peternak skala kecil. Sementara itu, M. Harry Khomas Saputra menilai integrasi sensor, otomasi, dan dashboard monitoring menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi budidaya lele dari pola tradisional menuju pengelolaan berbasis teknologi.
Melalui program hibah PKM Kemdiktisaintek Tahun 2026 ini, kolaborasi ULBI dan Politeknik Manufaktur Bandung diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Kelompok Tani Ternak Tunas Mekar. Penerapan AWES dan AFS juga diharapkan menjadi contoh pemanfaatan teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan pada kelompok budidaya lainnya, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha masyarakat di bidang perikanan.

Posting Komentar